Rabu, 26 Juni 2013

Gerakan Membangun Perpustakaan Nagari di KOTO ANAU


Rabu 26 Juni 2013

Merantau adalah hal yang sangat melekat dengan kultur urang KOTO ANAU adalah pola migrasi orang KOTO ANAU . Budaya merantau sesungguhnya juga dimiliki oleh etnis lain di Indonesia, tetapi pola merantau orang KOTO ANAU sungguh unik. Sekalipun sudah pergi jauh meninggalkan tanah kelahirannya, namun orang KOTO ANAU di perantauan senantiasa tak akan melupakan kampung halamannya. Himbauan kampung halaman bahkan terjadi terus menerus selama hidup nya  di rantau. Keunikan ini juga memberi pengaruh dan peranan besar dalam tata kehidupan masyarakat di kampung halaman atau di Sumatera Barat. Kekerabatan yang tidak putus oleh jarak geografis menjadikan komunitas yang bernama rantau itu sebagai sebuah kekuatan pendorong pembangunan masyarakat di kampung halaman. Maka timbulah perkumpulan dari dengan semangat rasa seperantauan di negeri orang dan dengaan semangat itulah timbul perkumpulan dengan nama seperti IKKA.JABODETABEK ,PADANG  ,PEKANBARU LAMPUNG dan lainnya Dari waktu ke waktu hubungan antara rantau dan kampung halaman itu sudah diimplementasikan dalam bentuk hubungan pembangunan. Sangat besar pula peranan orang rantau dalam ikut membangun kampung halamannya. Pada tingkat yang lebih formal misalnya dengan Pemerintah Daerah, kerjasama itu selama ini sudah semakin dipertegas dengan bentuk melaksanakan kegiatan-kegiatan pembangunan secara bersama. Seperti gedung sekolah, , mesjid, dan lain-lain  yang dibangun secara bersama-sama dalam kerangka hubungan para perantau

Mungkin dengan semangat itu ada timbul dari hasil pembicaraan  beberapa hari yang lalu ada pembicaraan mengusulkan untuk para perantau ke Nagari untuk memulai atau mengusulkan mendirikan Perpustakaan Nagari Koto Anau di KOTO ANAU. Dan untuk para peranatau dapat berpartisipasi untuk penyediaan buku yang disesuaikan  dengan kebutuhan ,kekuatan masyarakat Nagari dibantu oleh Perantau dan Pemda setempat .

Dan barangkali ada dunsanak di perantauan ini punya konsep pengelolaan Perpustakaan, masukan nya tentu akan sangat berguna untuk menyempurnakan gagasan kita ini.

Semoga ide bersama ini dapat kita WUJUDKAN untuk Koto anau lebih baik mari kita budayakan Gemar membaca karena dengan Membaca kita bisa gengam dunia ini .(by.jon chaniago - perpustakaan nagari koto anau)

Selasa, 25 Juni 2013

H. Ir. Yultekhnil, MM Menuju Padang Satu

Selasa, 05 Maret 2013

PADANG, INVESTIGASI_Meski pemilu pemilihan Walikota Padang dilaksanakan pada bulan Oktober mendatang, suasana politik sudah mulai hangat di Kota Padang. Baliho calon pemimpin Kota Padang terlihat disetiap sudut kota.

            Yulteknil salah satu bacalon Walikota Padang, menambah hangatnya suasana politik di Kota Padang. Ketua DPRD Sumbar ini secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon Walikota Padang ke DPC Partai Demokrat Senin (25/2), pendaftaran Yulteknil mampu membirukan DPC Partai Demokrat Padang, karena Yulteknil disambut puluhan simpatisan dan pendukung dari seluruh ranting Demokrat Kota Padang.
            Yulteknil dengan tegas mengatakan bahwa ia mencalonkan diri sebagai calon Walikota Padang 2013-2018. Yulteknil merasa tergugah untuk mencalonkan dirinya, karena tidak satupun kader Demokrat yang muncul untuk mencalonkan diri sebagai calon walikota, seakan-akan Demokrat gagal membentuk kader yang berkulitas dan berjiwa pemimpin. Yulteknil ingin membuktikan bahwa Demokrat mempunyai kader yang pantas untuk memimpin Kota Padang. “Saya akan membuktikan partai Demokrat mempunyai kader yang mempunyai kompeten untuk memimpin Kota Padang”, tegas Yulteknil.
            Pada pendaftaran tersebut Yulteknil tidak hanya disambut oleh tim suksesnya, tetapi juga oleh ninik mamak 9 suku yang turut mendampingi Yulteknil, sebagai bentuk dukungan penuh kepada Yulteknil.
            Yulteknil merupakan pendaftar yang ketujuh calon Walikota Padang yang mendaftar ke DPC Demokrat. Yulteknil sempat kaget karena partai Demokrat juga mendapatkan nomor urut yang ketujuh, “ini mungkin jalan Allah, saya tidak menyangka nomor urut pendaftaran saya adalah nomor tujuh sama dengan nomor urut partai Demokrat”, tutur yultekhnil. “Saya tidak mensetting pendaftaran ini sehingga saya nomor tujuh, mungkin ini kehendak allah, mudah-mudahan ini pertanda baik”, sambungnya. Lez( Kliping untuk KOTO ANAU )

Minggu, 31 Maret 2013

10 Syarat Pemimpin Ideal


Setiap manusia yang terlahir dibumi dari yang pertama hingga yang terakhir adalah seorang pemimpin, setidaknya ia adalah seorang pemimpin bagi dirinya sendiri.
Bagus tidaknya seorang pemimpin pasti berimbas kepada apa yang dipimpin olehnya. Karena itu menjadi pemimpin adalah amanah yang harus dilaksanakan dan dijalankan dengan baik oleh pemimpin tersebut, karena kelak Allah akan meminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya itu.
Dalam Islam sudah ada aturan-aturan yang berkaitan tentang pemimpin yang baik diantaranya:
1. Beriman dan Beramal Shaleh
Ini sudah pasti tentunya. Kita harus memilih pemimpin orang yang beriman, bertaqwa, selalu menjalankan perintah Allah dan Rasulnya. Karena ini merupakan jalan kebenaran yang membawa kepada kehidupan yang damai, tentram, dan bahagia dunia maupun akhirat. Disamping itu juga harus yang mengamalkan keimanannya itu yaitu dalam bentuk amal saleh.
2. Niat yang Lurus
Hendaklah saat menerima suatu tanggung jawab, dilandasi dengan niat sesuai dengan apa yang telah Allah perintahkan. Karena suatu amalan itu bergantung pada niatnya, itu semua telah ditulis dalam H.R Bukhari-Muslim Dari Amīr al-Mu’minīn, Abū Hafsh ‘Umar bin al-Khaththāb R.A, dia menjelaskan bahwa dia mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya tersebut” Karena itu hendaklah menjadi seorang pemimpin hanya karena mencari keridhoan ALLAH saja dan sesungguhnya kepemimpinan atau jabatan adalah tanggung jawab dan beban, bukan kesempatan dan kemuliaan.
3. Laki-Laki
Dalam Al-Qur’an surat An nisaa’ (4) :34 telah diterangkan bahwa laki laki adalah pemimpin dari kaum wanita.
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri (maksudnya tidak berlaku serong ataupun curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya) ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara “(mereka; maksudnya, Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik).
Ayat ini menegaskan tentang kaum lelaki adalah pemimpin atas kaum wanita. Menurut Imam Ibnu Katsir, lelaki itu adalah pemimpin wanita, hakim atasnya, dan pendidiknya. Karena lelaki itu lebih utama dan lebih baik, sehingga kenabian dikhususkan pada kaum lelaki, dan demikian pula kepemimpinan tertinggi. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
“Tidak akan beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan (kepemimpinan) mereka kepada seorang wanita.” (Hadits Riwayat Al-Bukhari dari Hadits Abdur Rahman bin Abi Bakrah dari ayahnya)
4. Tidak Meminta Jabatan
Rasullullah bersabda kepada Abdurrahman bin Samurah Radhiyallahu’anhu, ”Wahai Abdul Rahman bin Samurah! Janganlah kamu meminta untuk menjadi pemimpin. Sesungguhnya jika kepemimpinan diberikan kepada kamu karena permintaan, maka kamu akan memikul tanggung jawab sendirian, dan jika kepemimpinan itu diberikan kepada kamu bukan karena permintaan, maka kamu akan dibantu untuk menanggungnya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
5. Berpegang Pada Hukum Allah
ni salah satu kewajiban utama seorang pemimpin. Allah berfirman, ”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.” (Al-Maaidah:49)
6. Memutuskan Perkara Dengan Adil
Rasulullah bersabda, ”Tidaklah seorang pemimpin mempunyai perkara kecuali ia akan datang dengannya pada hari kiamat dengan kondisi terikat, entah ia akan diselamatkan oleh keadilan, atau akan dijerumuskan oleh kezhalimannya.” (Riwayat Baihaqi dari Abu Hurairah dalam kitab Al-Kabir).
7. Menasehati Rakyat
Rasulullah bersabda, ”Tidaklah seorang pemimpin yang memegang urusan kaum Muslimin lalu ia tidak bersungguh-sungguh dan tidak menasehati mereka, kecuali pemimpin itu tidak akan masuk surga bersama mereka (rakyatnya).”
8. Tidak Menerima Hadiah
Seorang rakyat yang memberikan hadiah kepada seorang pemimpin pasti mempunyai maksud tersembunyi, entah ingin mendekati atau mengambil hati. Oleh karena itu, hendaklah seorang pemimpin menolak pemberian hadiah dari rakyatnya. Rasulullah bersabda,” Pemberian hadiah kepada pemimpin adalah pengkhianatan.” (Riwayat Thabrani)
9.Tegas
Ini merupakan sikap seorang pemimpin yang selalu di idam-idamkan oleh rakyatnya. Tegas bukan berarti otoriter, tapi tegas maksudnya adalah yang benar katakan benar dan yang salah katakan salah serta melaksanakan aturan hukum yang sesuai dengan Allah, SWT dan rasul-Nya.
10. Lemah Lembut
Doa Rasullullah,’ Ya Allah, barangsiapa mengurus satu perkara umatku lalu ia mempersulitnya, maka persulitlah ia, dan barang siapa yang mengurus satu perkara umatku lalu ia berlemah lembut kepada mereka, maka berlemah lembutlah kepadanya.
Selain poin- poin yang ada di atas seorang pemimpin dapat dikatakan baik bila ia memiliki ‘STAF’. ‘STAF’ disini bukanlah staf dari pemimpin, melainkan sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin tersebut. ‘STAF’ yang dimaksud di sini adalah Sidiq (jujur), Tablig (menyampaikan), amanah (dapat dipercaya), fatonah  (cerdas).
Sidiq itu berarti jujur. Bila seorang pemimpin itu jujur maka tidak ada lagi KPK karena tidak ada lagi korupsi yang terjadi dan jujur itu membawa ketenangan, kita pun diperintahkan jujur walaupun itu menyakitkan.
Tablig adalah menyampaikan, menyampaikan disini dapat berupa informasi juga yang lain. Selain menyampaikan seorang pemimpin juga tidak boleh menutup diri saat diperlukan rakyatnya karena Rasulullah bersabda, ”Tidaklah seorang pemimpin atau pemerintah yang menutup pintunya terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinan kecuali Allah akan menutup pintu-pintu langit terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinannya.” (Riwayat Imam Ahmad dan At-Tirmidzi).
Amanah berarti dapat dipercaya. Rasulullah bersabda,” Jika seorang pemimpin menyebarkan keraguan dalam masyarakat, ia akan merusak mereka.” (Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Al-hakim). Karena itu seorang pemimpin harus ahli sehingga dapat dipercaya.
Fatonah ialah cerdas. Seorang pemimpin tidak hanya perlu jujur, dapat dipercaya, dan dapat menyampaikan tetapi juga cerdas. Karena jika seorang pemimpin tidak cerdas maka ia tidak dapat menyelesaikan masalah rakyatnya dan ia tidak dapat memajukan apa yang dipimpinnya.